Antara Tugas dan Keluarga… 31 Oktober, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: ceritaku
add a comment
Hari ini, adalah akhir bulan… pekerjaan pun mulai menumpuk, bak gunung yang mau meletus. ( biasa… tugas bulanan, closing ).
Sebenarnya kalau disuruh memilih, aku lebih suka pekerjaan rutinitas yang bisa membuat kita pulang ontime.
Kalau bicara soal pekerjaan,… memang sudah tanggung jawab kita sebagai seorang pekerja yang baik untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita. Wow, penuh dedikasi tinggi kata teman2x.
Akan tetapi, sulit juga ya kalau kita harus meninggalkan keluarga kita sendirian dirumah, apalagi nih… kalau dikantorku pasti tiap akhir bulan acaranya ngineeep dikantor bareng2x.
Hehehe… risih rasanya, dijaman sebegitu canggihnya, kita kok malah seperti jaman batu aja, ngineep di kantor. Padahal tidur dirumah itu enak lho…
.
Ya, itulah yang bikin kita bingung untuk memilih, antara tugas dan keluarga.
Ada beberapa keputusan yang kita butuhkan harus bersikap Bijaksana dan yang pasti ada pengertian dari keluarga kita.
Tentunya, untuk menjalani hal ini tidak semudah kita membalikkan tangan, karena… tahu nggak, kalau kita kemanten baru ( jawa punya nich ), ayah baru, pindah rumah baru, dan serba baru dalam keluarga, disitulah kita kadang begitu sulit untuk melakukannya. ( Pinginnya dirumah aja… ).
Akan tetapi, semua bisa disikapi dengan kepala dingin, dengan syarat, berikan pengertian terhadap keluarga kita mengenai skup pekerjaan kita, mendesaknya dan pentingnya tugas yang kita jalani.
Jadi, lakukan tugas kita sebaik mungkin untuk keluarga kita…dan buat bangga mereka dengan hasil karya kita untuk perusahaan kita. Karena, bila kita melakukannya dengan ikhlas dan niat untuk ibadah, Insya Allah bisa dijalani. Karena sesungguhnya, tak ada persoalan yang tidak ada jalan keluarnya…
I LOVE YOU HONEY and MY SWEET CHILD, sorry now your father must do the best for the company.
( hehehe… kayak yang jago bahasa inggris nich…)
Menjaga Perkataan… 31 Oktober, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
3 comments

Sulitnya memang kalau kita bicara soal yang satu ini, yaitu ucapan/ perkataan/ omongan yang sebenernya tidak luput dari kehidupan kita sehari-hari.
Bila kita telusuri, sepertinya yang satu ini sangat unik, karena kadang kala suatu perkataan dapat meluluhkan hati seseorang. ( Hm… jd ingat sama rayuan gombal untuk sang istri… )
Ada hal yang menarik yang saya dapatkan dari yang satu ini.
- Dengan perkataan, seseorang akan disanjung setinggi langit. Mereka akan menilai seseorang dan mengagungkan seseorang dengan kata-kata.
- Dengan perkataan, seseorang kadang bisa meluapkan suatu emosinya, dan perasaan hatinya…
- Dengan perkataan, seseorang juga akan mencoba menutupi kekurangannya.
Dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan yang satu ini.
Tapi, sebegitu beratnya menjaga perasaan dan perkataan atau lisan kita untuk tidak membuat hati seseorang merasa sakit dan tersinggung. Wow, sepertinya inti dari lisan adalah disitu…
Kadang kala, saya sendiri kadang tak bisa menjaga perkataan yang terkesan keras, pada siapapun, bahkan pada istri sendiri…( bawaan orang madura kali ya… ). Tapi, ujung-ujungnya, perasaan itu malah menyerang balik perasaan saya sendiri, bersalah dan terasa bodoh…
Makanya, kalau lagi marah, saya lebih suka memilih diam dari pada nanti malah mengeluarkan kata2x yang mungkin akan menyakitkan hati seseorang… Akan tetapi, kalau itu bersifat yang mengharuskan kita untuk menegur sesuatu, langkah terbaik, menerangkan dengan detail maksud baik dan buruknya…( kalau bisa terangkan waktu perasaan marah hilang ).
Hikmah hari ini :
- Bila dalam keadaan marah, langkah terbaik awal adalah DIAM, mencoba diam itu lebih baik, kemudian baru berpikir dengan jernih. kalau bisa baca istighfar saja.
- Sampaikan perkataan yang biasa dimengerti orang lain. tapi, jangan mengharap orang lain mengerti apa yang kita katakan, ungkapkan dengan kata2x yang bisa mereka dimengerti.
- Jangan suka ngerumpi, ntar ujung2xnya malah membicarakan keburukan seseorang ( hehehe… susah ).
Semangat baru… 31 Oktober, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: ceritaku
add a comment
Assalamu’alaikum semuanya…
Syukur Alhamdulillah, blog pertama dalam tulisan pena (orat-arit) mulai aku awali.
Awalnya sih nonton blog punya teman, tapi… akhirnya bikin tertarik nulis ini itu lagi…
Semoga banyak pengalaman aja…
