Seorang pemimpin… 7 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
trackback
Seorang pemimpin…
Hm, pada dasarnya kita semua adalah pemimpin. Apalagi kita yang dekat dengan nama lelaki. Karena, bangsa/ kaum yang satu ini adalah kaum yang notabenya adalah pemimpin keluarga, minim itu lho…
Menanggapi mengenai pemimpin, dijawa timur kemarin kita baru mengadakan pemilihan pemimpin untuk memimpin jawa timur ( Gubernur ). Pesta demokrasi ini dilaksanakan pada selasa kemarin, tepatnya tanggal 04 Nopember 2008.
Ada 2 pasangan yang bersaing ketat, karena kemarin doeloe sudah bersaing beberapa pasangan, namun super ketatnya akhirnya tinggal 2 pasangan ini dech…
Oh iya, ada kronologis yang sangat disayangkan dan mungkin banyak menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Dalam pemilihan ini, ada beberapa orang malah berstatus GOLPUT atau sering dikenal dengan nama lain, no ikut2x an milih.
Sempat merasuk pikiran saya, kenapa meraka malah memilih ikutan tidak memilih ?, padahal tanggung jawab kita menunjuk seseorang yang bisa memimpin suatu daerah atau golongan untuk menjadi lebih baik.Apakah dengan tidak memilih lepas dari tanggung jawab bila pemimpin yang terpilih menjadi dzolim atau tidak becus dalam hal memimpin, dan berkata ” Lah… kuwi dudu pilihanku kok, dadi… yo Alhamdulillah…”.
Tragis sekali bila kita dengarkan perkataan seperti itu… Padahal, bagaimanapun nasib suatu bangsa, itu sebenarnya adalah nasib kita semua… Kenapa kita mesti melepas tanggung jawab kita sebagai rakyat untuk tidak ikut mengaspirasikan suara kita ?.
Bila itu lingkup besar terjadi seperti itu, bagaimana bila dalam keluarga kita terjadi hal yang sama ?. Tidak kebayang kan kalau anak kita ikut-ikutan bilang “Lah, aku rah pernah pingin dadi anak-e sampeyan kok ?”. Subhanallah…
Kadang kita terlena dengan beberapa perkataan yang simple, tapi… dampaknya begitu besar bagi perkembangan pola pikir seorang anak. Memang, kadang kita menyepelekan dan selalu sering bilang “Anakku rah ngerti opo sing aku lakukan“.
Hm, bila kita mau menalar, itu bukanlah logika … Ada beberapa kebesaran Allah yang dituangkan, dan artinya hukum timbal balik dari Allah pasti adanya. Artinya, dengan kata lain, apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita. Entah itu dalam bentuk sesuatu hal yang langsung, maupun dalam bentuk hal yang lain.
Jadi, pimpinlah keluarga kamu, orang lain dan terutama diri kamu sendiri dengan ikhlas. Karena, apa yang pernah kita lakukan, sebenarnya selalu dipelajari dan direkam dalam pola pikir seorang anak.
Pernah dalam suatu hari, waktu nonton TV di salah satu TV swasta yang menayangkan, bahwa otak seorang anak bisa membedakan bentuk yang dimata orang dewasa adalah sama. Subhanallah… artinya, mereka lebih peka dan paham betul perbedaan dan tingkah laku kita sampai kedalam-dalamnya…
Makanya, ada pepatah bilang, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya“. Ungkapan sederhana yang syarat makna…
Hikmah hari ini :
- Menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.
- Jangan pernah berpikiran orang lain tak pernah tahu keburukan kita. Karena, suatu saat keburukan itu pastilah akan terbuka sendiri.
- Jauhkanlah dari sifat bohong, karena 1 kebohongan akan menimbulkan kebohongan – kebohongan yang lain.
- Belajarlah menghormati diri sendiri, dengan cara menghormati orang lain dari sesuatu yang sekecil mungkin.
- Belajarlah terus untuk kehidupanmu…dan lindungilah selalu keluargamu…


Komentar»
No comments yet — be the first.