jump to navigation

Berani Berbuat Sesuatu… 11 November, 2008

Posted by Muhlisin Family in ceritaku.
Tags:
trackback

dosomething-1

Semenjak kita dilahirkan, kita selalu berbuat sesuatu. Mencoba sesuatu hal yang baru, dan berusaha belajar sesuatu dengan sepenuh usaha sampai kita bisa.

Tapi, berlanjutnya usia kita, dan bertambahnya umur kita dan semakin begitu banyaknya masalah demi masalah yang menerpa kehidupan kita, kadang kala membuat kita terlena dengan sesuatu yang mungkin kita anggap sudah nyaman dan enak. Dan inipun berlanjut bukan hanya beberapa jengkal saja, tapi semakin lama berlarut dalam pikiran kita, keadaan ini semakin mengkukung kita dalam suatu keadaan yang dianggap biasa dan aman.

Hari ini aku coba lihat lihat kembali teman2x ku yang ada di www.friendster.com yang lama tidak pernah aku lihat lagi. Ada rasa kangen terhadap mereka…

Di duniaku kerja, dunia IT, begitu banyak dan cepat mereka datang dan pergi meninggalkan perusahaan mereka dan berganti ke perusahaan yang baru. Hal ini menjadi pertanyaan besar dalam hidupku, Apa yang membuat mereka mampu melakukan seperti itu ?. Dan Apa pula pegangan mereka untuk melakukan tindakan yang berani seperti itu ?.

2 Pertanyaan itu sering kali sebenarnya merasuk dalam pikiranku. Bahkan, kadang kala aku malah berpikir, mungkin aku yang sudah Bodoh dan Takut akan sesuatu hal terjadi.

Padahal, kita semua sebenarnya tahu akan satu hal. Yaitu mencoba berprasangka baik dan terus berusaha. Itu adalah kunci dari semua itu. Tapi, adakalanya naluri seorang manusia akan terjadinya sesuatu hal terburuk pada diri sendiri dan keluarga dalam artian melindunginya, mengalahkan akal kita yang sehat atau dengan kata lain berpikiran positif.

Kita terlalu naif dengan semua yang kita dapatkan dari perusahaan dimana kita bekerja. Dan bahkan, kita kadang kala merasa nyaman dengan apa yang kita dapatkan. Padahal, bila kita berpikiran jernih, apa yang kita dapatkan sekarang ini bukanlah apa – apa dibandingkan sesuatu yang ada diluar sana.

Hal inilah yang kebanyakan orang tidak mau berusaha lagi, termasuk saya mungkin yang sekarang ini sedang terjangkit wabah ini. Begitu dahsyatnya dan bobroknya diri ini bila kita sudah dalam kondisi seperti itu, karena semua kemampuan yang ada didalam diri kita, yang sebenarnya bisa kita optimalkan, malah terhenti dan lemah.

Subhanallah…

Bila kulihat profil teman-temanku di FS, rasanya aku iri kepada mereka. Kenapa diri ini tidak bisa berbuat sesuatu yang lebih baik seperti apa yang mereka perbuat, yaitu berani berbuat sesuatu tindakan yang bahkan bisa merubah hidup dan kehidupan mereka dengan mendobrak dan menyemangati diri mereka sendiri untuk mengoptimalkan seluruh tubuh, otak dan pikiran mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Apakah aku mampu seperti itu ?

Tidak bisakah aku melakukan dan mencoba hal yang sama seperti mereka ?

Bagaimana dengan keluargaku ?, Apakah mereka mendukung semua itu ?

Berhenti disini dan tidak melakukan apa-apa adalah sesuatu yang paling bodoh. Mungkin, aku harus mencoba sesuatu yang sama seperti mereka, akan tetapi masih dalam kontent bersabar, berusaha, dan berdo’a. Dan yang pasti, dengan memberikan suatu pandangan yang baik kepada keluarga, agar mereka bisa menjadi suatu motivasi yang baik untuk diri ini.

Hikmah hari ini :

  1. Suatu perubahan itu pasti adanya, tapi seberapa siapkah diri ini menghadapi suatu perubahan itu, itulah yang lebih penting dari semuanya.
  2. Mencoba melakukan sesuatu itu lebih utama dan penting dari pada kita menunggu dan tidak melakukan apa pun.
  3. Selalu berpikiran positif akan sesuatu hal, dan janganlah berpikiran negatif terlebih dahulu sebelum kita mencoba sesuatu, karena kita tidak pernah tahu akan sesuatu hal.

Komentar»

1. slametawenyastra - 11 November, 2008

Pak lek hanya turut banggalah…., untuk memutuskan segala sesuatu memang perlu pertimbangan masak2. Kalau melihatnya dari sisi karier dan materi, ya jelas tuntutan untuk mencapainya menjadi wajib. Tidak puas di tempat yg satu, ke tempat lain yg lebih menjanjikan.Tapi, jika yang dicari ketenangan ya pelan-pelan ae. Toh sampeyan bekerja di dunia yang bergelimang peluang. Asal mau, kesempatan masih ngantri di sekitarmu itu….

Untuk saat ini menurut pak lek, Anda telah berbuat dan telah berani mengambil keputusan kok, setidaknya tidak keburu nafsu. (eh maaf lahir batin lho, bukan bermaksud menasehati apalagi menggurui tidak, niatku mung urun melu rembug ae).

Makasih ya telah mertamu ke omahku sing esih kering-kerontang.

Tolong getok tularkan ambi konco2 bloger siro, kon nglongok omahku. Ben pak lek due konco,

matur nuwun, wasalam.

2. dewicin - 12 November, 2008

@slametawenyastra
matur nuwun sanget pak lek…
masukannya sangat berarti bagi saya…