jump to navigation

-: Muhlisin & Dewi :-

Keluarga

Keluarga

Ini mengenai kami berdua… 2 Heart, 1 Love

Awal Perkenalan

Hm… jadi malu nich…

Perkenalan kita berdua, diawali 2 tahun yang lalu, tepatnya sekitar bulan september tahun 2005 diperusahaan tercinta. Hm, emang cinta tak mengenal waktu… itu lebih tepatnya, karena… pertemuan kita berawal dari Sang istri tercinta, sweet honey yang magang atau PKL diperusahaan kita…

Hm, lucu… awal kita berkenalan waktu salah satu karyawan accounting yang melahirkan bayi pertamanya…

nah, accounting punya gawe menjenguk anggota baru accounting, new sweetchild :) . disitulah, waktu kita naik bus bareng2x ya… anak PKL diajak jenguk juga, dan… tak disangka, itulah awal cinta kita bermula… huehuehue…

Masa Pengenalan

Setelah masa perkenalan, kita jarang lagi bertemu, karena masa magang habis. Apalagi kejadian terakhir HP my sweet honey hilang. Lama tak berjumpa, disitu ada rasa kangeeeen berat.

Kita hanya contact telp. tapi, itupun kadang2x saja. sampai pada waktunya tiba, aku beranikan diri mengucapkan kata yang begitu lama aku ingin ucapkan ” MAUKAH KAMU NIKAH DENGANKU ? “. Duer… kayak disambar petir katanya… :) .

Susah sekali istriku mengucapkan mau, mungkin karena dia masih menginginkan untuk melanjutkan sekolahnya lagi ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Ya, aku maklumi itu, karena sebenarnya manusia seumur hidupnya tidak luput untuk menuntut ilmu sampai2x akhir hayatnya.

Tapi, 3 bln berikutnya, tepatnya dibulan maret 2006, dia menjawab pertanyaanku. Syukur Alhamdulillah, inilah nikmat hidupku terasa begitu sempurna rasanya… tak kunjung henti2xnya aku mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

Ups, karena kita mengikuti jejak adat jawa, ya… kita masih belum menikah dulu, akan tetapi masa pengenalan atau disebut dengan pertunangan. Lama pertungan kita, sekitar 6 bln, sampai menjelang pernikahan tiba. Disitu banyak hikmah yang kita dapatkan.

Pernikahan Tiba

Setelah pertunangan, masa yang ditunggu2x tiba… tapi, cobaan besar menimpa kita berdua.

Waktu pernikahan kurang 3 minggu, calon istri tercinta terkena DB akut, Allahhu Akbar… begitu sedih hatiku melihat kondisi dia yang begitu lemah tak berdaya dan semakin kurus terbaring di rumah sakit…

Undangan telah tersebar dan tidak bisa ditarik kembali, tapi… pengantin wanita masih terbaring dirumah sakit…

Sampai akhirnya aku mencoba bertanya sama teman2x dekatku, untuk mempercepat kesembuhan calon istri tercintaku. Syukur alhamdulillah, disana aku mengenal obat tradisional “Kurma China”.

Ya Allah… Kebesaran Mu lah yang menolong pernikahan kita.

Kesembuhan istriku lebih cepat dari pada prediksi dokter. 1 minggu menjelang pernikahan kita, dia sudah sembuh.

Syukur Alhamdulillah, pada bulan Juni 2007 Akad nikah berlangsung di rumah mempelai wanita.

Ikrar yang sakral diucapkan, untuk mengarungi kehidupan ini bersama2x. Allah, semoga Engkau selalu mengkaruniai keluarga kami menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warrohmah dan umur panjang serta ibadah dan tetap iman islam. Amien.

Kelahiran Si Buah Hati

Setelah pernikahan kita, rencana baru pun kita buat. Namanya juga manusia, merencanakan sesuatu, dan Allahlah yang berkehendak. Kehamilan istri sebenarnya, dia sulit sekali ingin cepet2x punya anak. Inginnya dia sih, mau melanjutkan kuliah dulu, tapi aku inginnya cepet2x punya momongan…

Hm, dua sisi yang berbeda, unik tapi… inilah hidup…

Ujung2xnya, setelah diberi gambaran a~z, dia akhirnya mau punya anak, asalkan kuliah dia tetap masuk dl.

“Ok-lah… kita jalani hidup ini, tapi…sambil kuliah ya… dan lihat kondisi”, kata dia.

Akhirnya, dapat 2 bln pernikahan kita, dia bilang ” Yah, aku telat…”. Alhamdulillah…inilah awal perjalanan baru yang baik, aku bilang begitu kedia.

Semasa pemeriksaan kandungan, alhamdulillah tidak pernah mengalami keganjalan pada kandungan istri tercinta. Sampai, masa kandungan 9 bln kurang 1 minggu, waktu dia mengalami kecapek-an dan merasa mual.

Allahhu Akbar, itulah awal pertama kali aku diberikan kesempatan oleh Allah untuk melihat langsung process kelahiran Sang Buah Hati pertama kali.

Mungkin secara medis, orang banyak bilang itu prematur entah apapun namanya, bagiku itulah hal yang paling besar dibutuhkan pengorbanan oleh seorang ibu. Dan disitulah seorang Ayah harus mendampingi peperangan sang istri dengan bertaruh nyawa untuk kelahiran sang buah hati diperlukan, dengan Do’a dan selalu mendampinginya selama prosesi.

Syukur alhamdulillah, tepatnya jam 8.30 malam pada bulan maret 2008, si buah hati lahir dengan keadaan selamat. Sekali lagi, aku diberikan hikmah begitu besar… sebegitu berat perjuangan seorang ibu, tapi… kita kadang kala tak pernah menghormati dia…;) sedih rasanya.

Itulah si buah hatiku, kita beri nama “Muhammad Rusydiansyah Muchsin”, dengan harapan dia kelak menjadi petunjuk yang baik bagi dia sendiri, keluarga, dan orang lain.

Ups, itulah ringkasan kisah keluarga kita…

semoga, cerita ini selalu mengingatkan kita akan indah dan sedihnya serta hikmah dari setiap perjalanan hidup kita…

Amien

Komentar»

1. Datyo - 31 Oktober, 2008

hmmm perasaan ceritanya gak gitu dehhh…
yang aku ingat kamu dulu ngejar ngejar…muah muah gitu…
sampe si “sweet honey” girap girap…hahahhaha

Gak gak Sin…guyon….

2. dewicin - 31 Oktober, 2008

@Datyo
Gubrak…. ajor…
ada benere pak lek… cuma, waktu itu aku kan cakep…
huehuehue….
so, jurus terakhir yang muncul…
COWOK MENANG JALUK, CEWEK MENANG NOLAK…
CINTA DITOLAK, DUKUN BERTINDAK…

hehehe….

3. Islam Indie - 7 November, 2008

mas, konon selama belum ada janur kuning di rumahnya, maju terus pantang mundur kok.. hehehe
selamat ya.. semoga bahagia selalu menghiasai perjalanan biduk cinta nya.. doo…:D

4. dewicin - 11 November, 2008

@Islam Indie
hehehe… sebenare semangat itu selalu ada mbak…
dengan semangat itu pula, kita bisa mencoba sesuatu yang lebih baik.

dan makasih atas do’a nya… :0

5. Yudin - 12 Januari, 2009

hehehe…
Sinchan..keren !!!
hebat..!~!!
jangan perduli apapun kata kutu kutu yang lain..lo tetep gajah lucu…hehehe…
sang Istri langsing and kece,…pasti waktu awal naksir, istrimu terpesona dengan perut tung2 mu ya…