jump to navigation

Rusydiansyah

Muhammad Rusydiansyah Muchsin

Keluarga kita memanggilnya “Rusydi dibaca Rusdidan teman-teman sekitar rumah memanggilnya Rusy” atau “Rosyadalah putra pertama kami yang lahir pada bulan Maret 2008.

History sebuah nama

Pemberian nama, awalnya susah banget… inginnya kita sih simple, nama adalah suatu harapan orang tua untuk sang anak, tapi… kenyataannya pemberian nama itu tidak mudah.

Nama awal kita berikan sesuai dengan nama Rosul kita.

Nama tengah ini yang susah, cari referensi sana sini, akhirnya dapat nama “Rusydi” yang artinya petunjuk atau kumpulan orang2x pandai.

Nama akhir nah, kalau yang ini kita ambil dari nama “canggah” , tapi orang kebanyakan menyangka itu adalah ringkasan dari nama aku, “MUCHLISIN” yang dihilangkan “LI” jadinya , “Muchsin” yang berarti Baik.

Nah, itulah ringkasan cerita asal usul nama dia.

Ups, oh iya, awal dia lahir, beratnya hanya 2,3 lho…. tapi, syukur alhamdulillah berkat susu ASI ibu yang lancar, berat dia sampai umur 7 bln mencapai 7. Alhamdulillah…

Sekarang, dia sedang belajar duduk dan berjalan…

Semoga, dia menjadi anak yang sholeh dan diberi kepandaian akal serta padang atine… amien…


Komentar»

1. Datyo - 31 Oktober, 2008

Meski 2,3 kg bisa besar juga kok…ojo kuatir…
anakku ndisik mek 1,9 kg, sitoke cuma 2,5 kg
saiki yo sehat sehat….

2. dewicin - 31 Oktober, 2008

@Datyo
Yup, Alhamdulillah… semua kan mesti disyukuri…
Semakin banyak kita bersyukur kepada Nya, Insya Allah semakin banyak nikmat yang kita dapat…

hehehe… malah koyok da’i wae…
wes, mengko malah diseneni pak Dji… :D

3. slametawenyastra - 12 November, 2008

Hallo Rusydi yang gagah, salam dari Adit dan Adli ya, besok ketemu di satu tim nasional sepak bola ya……..

4. dewicin - 13 November, 2008

@slametawenyastra
Amien…
Moga aja bisa ketemuan dan berkarya bareng 2x….
BTW, nggak enakan jadi pemain bulu tangkis atau badminton pak ?
Soale kalau pesepak bola kita masih belum punya jiwa sportivitas yang tinggi… :D

5. slamet a wijaya - 13 November, 2008

Iya yah, kenapa pemain, terutama penonton suka bikin onar di lapangan, eh maksudnya di pinggir lapangan. Apa karena lapangan bola kita kebanyakan ‘gundul’. Ga ijo2 kayak di LN ya, jd kalau berada di dalmnya emosinya kadang tidak terkontrol.

Poko’e wong tue mung kari ndukung keinginan dan mengarahkan bakat si anak aja. Semoga di usia muda mampu mengisinya dengan prestasi. Syukur bisa jadi atlit ato artis terkenal, ga terkenal jg ga papa. Sing penting positif dan anti narkoba. Utamane pendidikan ojo dilaleke.