Stress…Jangan ah! 28 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: Cerita Kehidupan, ceritaku, hikmah
3 comments
STress….
Hm, kayaknya kata – kata ini sering banget didengarkan oleh telinga kita, bahkan kita sendiri sering banget mengalami hal yang satu ini.
Kadang kala, kita kewalahan dengan kata yang satu ini, kenapa tidak … lamong kita notabenya pekerja plus sudah berumah tangga, pastilah akan sering mengalami kejenuhan yang mungkin akan mencapai puncaknya dan akhirnya mengalami stress…
Stress, kalau orang jawa bilang “Edan ” sebenarnya apa sih… ? Aku dewe yo rah ngerti… lamong dudu jurusan psikolog… hehehehe.
Akan tetapi, setelah otak – atik lan puter 2x dunia maya, dapat dech apa yang disebut dengan “Stress “.
Stres adalah suatu kondisi dimana keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Biasanya stres dikaitkan bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Akan tetapi karena pengaruh stres tersebut maka penyakit fisik bisa muncul akibat lemahnya dan rendahnya daya tahan tubuh pada saat tersebut.
Wow, jadi itu toh sing jenenge stress…
Kalau diambil garis besarnya, Stress adalah penyakit yang timbul karena :
Banyak hal yang bisa memicu stres muncul seperti rasa khawatir, perasaan kesal, kecapekan, frustasi, perasaan tertekan, kesedihan, pekerjaan yang berlebihan, Pre Menstrual Syndrome (PMS), terlalu fokus pada suatu hal, perasaan bingung, berduka cita dan juga rasa takut. Biasanya hal ini dapat diatasi dengan mengadakan konsultasi kepada psikiater atau beristirahat total.
Kalau dilihat dari kutipan diatas, yang saya ambil dari http://id.wikipedia.org/ artinya kita bisa mengatasinya dengan jalan pergi ke spikiater … Hm, itu kalau kita punya duit sih…
Semua penyakit ada obatnya…Setuju ndak dengan kata – kata ini ?. Kalau aku sih setuju banget… bahkan pakai jempol 2…
.
Sebenarnya, stress itu kondisi kejiwaan kita yang kita bikin atau buat sendiri. Sehingga, kita ditempatkan pada pemikiran yang semakin lama semakin kita merasa berontak dan tidak terima. Itu kalau saya lihat dari sudut pandang saya pribadi, mungkin temen – temen punya pendapat lain, itu malah bisa menambah pengetahuan saya…
Tertekan, saya lebih suka ini kalau menanggapi mengenai kejiwaan seseorang. Orang bisa tertekan karena sesuatu hal yang tidak lazim, maksudnya bila apa yang kita inginkan atau pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan, atau kata lainnnya ora iso neriman .
Obatnya sih gampang – gampang susah sih sebenare, nggak perlu ke psikiater, karena jiwa itu ada didalam diri kita, jadi alangkah baiknya kalau kita perbaiki atau sembuhkan lewat dalam juga, yaitu bicara dari hati ke hati. Maksudnya, hanya dengan mendekatkan diri kepada Nya lah jalan keluar yang paling baik. Setelah itu, barulah menetapkan hati kita agar tidak gerundel, selalu neriman, atau ikhlas.
Kata temen saya sih :
Kita memang membutuhkan keinginan atau impian untuk menumbuhkan suatu motivasi hidup, tapi… jangan sampai lupa diri atas kemampuan kita dan yang di Atas.
Artinya : Untuk bertahan hidup didunia, kita memerlukan suatu mimpi dan tujuan hidup, akan tetapi bila sesuatu itu tidak bisa kita raih atau belum saatnya datang, kita haruslah tetap bisa bersikap ikhlas dan yang pasti tetap harus berikhtiar dan berdo’a.
Jadi, bila kita terjatuh pun, tidak begitu sakit. Dan yang pasti kita akan jauh dari yang namanya stress…apalagi bila kita selalu membiasakan untuk tetap tersenyum… alangkah indahnya dunia ini, bila kita bisa melihat orang – orang disekitar kita tersenyum lepas…
Ngomong – ngomong nich, tips yang paling ampuh bila Kita stress, tenangkan pikiran kita lewat sesuatu dimana kita bisa merasa nyaman.
Dulu, saya pernah ikutan ESQ, disana diajarkan bagaimana menumbuhkan suatu ruang yang begitu nyaman untuk hati dan pikiran kita. Jadi, bila kita sedang mengalami sesuatu yang begitu berat rasanya beban dihati dan pikiran kita, maka langkah awal adalah tarik nafas panjang, menutup mata dan memikirkan tempat yang paling nyaman dihati kita… kemudian, barulah memikirkan sesuatu yang positif untuk mamacu lagi semangat kita…
Cara ini sih ampuh buat saya, tapi… entah buat orang – orang disekitar saya. Tapi, adakalahnya kita sulit memikirkan pada sesuatu hal saja, jadi… langkah kedua, yaitu mencari tempat yang tenang, dengan jalan – jalan sebentar keluar, melihat sesuatu yang hijau, atau bahkan nikmati sesuatu makanan atau sesuatu yang nyaman dan mengingatkan kita akan kebesaran Nya.
Semua bisa dirangkum, kalau kita melantunkan ayat – ayat suci Al-Qur’an atau kitab agama kita. Dan yang pasti berserah diri kepada Nya. Karena, sesungguhnya nich… stress tidak bisa memecahkan suatu masalah yang ada dihadapan kita, dan suatu masalah itu tidak akan pernah kita hindari, melainkan kita melaluinya dan memecahkan permasalahannya.
Dari ngomong panjang lebar, dan ngelantur kesana kemari soal stress, intinya adalah,
jauhi penyakit ini dengan cara selalu bersikap positif, ikhlas dan berserah diri kepada Sang Kholiq…
Jangan pernah stress, karena hidup itu cuma sekali, jadi nikmati apa yang Allah berikan kepada kita dengan penuh keikhlasan. Bila sesuatu keinginan kita belum tercapai, jangan lah menyerah dan tertekan menerimanya, tapi yakinlah suatu saat Allah pasti akan mendatangkannya kalau sudah saatnya. Dan bila belum, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, karena Dia Maha Segalanya…
Perjalanan hidup kita bukanlah sesuatu kebetulan, tapi sebenarnya semua sudah diatur oleh Allah SWT, jadi… serahkan semua permasalahan dan problematika kehidupan ini kepada Nya…
Semoga kita selalu mendapatkan hikmah dari suatu kejadian…
Amien…
Memaknai kata “Jangan!” 15 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
2 comments
“Jangan bayangkan gajah berwarna merah”, “Tidak boleh berbuat gitu ya…”
2 kata ini sebenarnya sering kali kita dengarkan apabila kita melarang anak kita atau anak kecil untuk melakukan sesuatu yang dimata kita berbahaya atau tidak baik.
Perkataan negatif, itu kalau kita sering dengar dari teman 2x. Tapi, rasanya perkataan seperti ini sangatlah sulit kita hilangkan dibandingkan dengan teori yang mengatakan kita mungkin bisa menggantinya dengan kata sebaliknya dari sesuatu yang buruk, akan tetapi bernada positif.
Hari ini, waktu ada jam koperasi, biasanya kita ngumpul dengan teman 2x kantor sambil makan minum, kita biasanya ngobrol ngalor ngidul. Ada beberapa pelajaran yang sangat menarik yang aku dapat dari teman 2x, yaitu mengenai memaknai kata “jangan” dan “tidak“.
Sebenarnya, kita sering dapat sih mengenai hal ini saat kita mengikuti beberapa training dari perusahaan mengenai kontrol ESQ. Tapi, kadang kala kita menyepelekan materi yang trainee berikan kepada kita. Karena apa, karena kita orang – orang pandai. hehehe… temanku bilang :“Lha…kuwi sing ngomong, ilmune podho karo kene, dadi… wes rah usah digubris…”.
Itu gurauan yang sering teman – teman lontarkan kalau lagi wegah ngikutin training….
Tapi, kali ini saya sendiri merasa, apa yang trainee berikan dan banyak orang bilang, itu adalah penting adanya. Kenapa tidak, kacap kali saya dan keluarga pernah ajarkan kepada anak pertama saya, bila mendengar kata “Jangan sentuh!” atau yang berbau “jangan” pastilah akan disentuh dan semakin kita melarang, semakin banyak dia mencoba untuk melakukannya.
Artinya, otak kita tak pernah mengenal kata – kata negatif atau larangan. Jadi, mungkin kita harus belajar untuk mencari kata-kata positif yang bermakna sama dengan apa yang maksudkan untuk melarang sesuatu hal.
Bahasa otak atau Neuro Linguistic Programming (NLP) berbeda dengan bahasa lisan yang kita dengar, karena otak tidak mengenal kata negatif seperti ‘tidak‘ dan ‘jangan’
Mengingat hal ini, saya jadi teringat mengenai sosialisasi mengenai hasil temuan audit yang berlangsung menjadi 3 fase. Semua yang dislide show kan oleh orang-orang HR berkaitan mengenai larangan – larangan untuk melakukan sesuatu hal didalam perusahaan.
Disana yang terjadi adalah, semakin banyak HR menyampaikan mengenai kata “Jangan” yang timbul dipikiran orang – orang adalah semakin ingin melakukan hal itu dan ingin mencoba sesuatu. Bahkan, teman – teman bilang “Tak nyoba ilmune HR, sepiro duwure sih…” hehehe….
Belajar dari semua itu, maka hal yang terbaik sekarang adalah selalu mengungkapkan kata positif, dan mengurangi bahkan sebisa mungkin menghilangkan kata negatif. Karena, pada dasarnya sebuah perkataan itu adalah sebuah Do’a. Jadi, sepantasnyalah kita selalu mendo’akan yang baik-baik.
Berani Berbuat Sesuatu… 11 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
2 comments
Semenjak kita dilahirkan, kita selalu berbuat sesuatu. Mencoba sesuatu hal yang baru, dan berusaha belajar sesuatu dengan sepenuh usaha sampai kita bisa.
Tapi, berlanjutnya usia kita, dan bertambahnya umur kita dan semakin begitu banyaknya masalah demi masalah yang menerpa kehidupan kita, kadang kala membuat kita terlena dengan sesuatu yang mungkin kita anggap sudah nyaman dan enak. Dan inipun berlanjut bukan hanya beberapa jengkal saja, tapi semakin lama berlarut dalam pikiran kita, keadaan ini semakin mengkukung kita dalam suatu keadaan yang dianggap biasa dan aman.
Hari ini aku coba lihat lihat kembali teman2x ku yang ada di www.friendster.com yang lama tidak pernah aku lihat lagi. Ada rasa kangen terhadap mereka…
Di duniaku kerja, dunia IT, begitu banyak dan cepat mereka datang dan pergi meninggalkan perusahaan mereka dan berganti ke perusahaan yang baru. Hal ini menjadi pertanyaan besar dalam hidupku, Apa yang membuat mereka mampu melakukan seperti itu ?. Dan Apa pula pegangan mereka untuk melakukan tindakan yang berani seperti itu ?.
2 Pertanyaan itu sering kali sebenarnya merasuk dalam pikiranku. Bahkan, kadang kala aku malah berpikir, mungkin aku yang sudah Bodoh dan Takut akan sesuatu hal terjadi.
Padahal, kita semua sebenarnya tahu akan satu hal. Yaitu mencoba berprasangka baik dan terus berusaha. Itu adalah kunci dari semua itu. Tapi, adakalanya naluri seorang manusia akan terjadinya sesuatu hal terburuk pada diri sendiri dan keluarga dalam artian melindunginya, mengalahkan akal kita yang sehat atau dengan kata lain berpikiran positif.
Kita terlalu naif dengan semua yang kita dapatkan dari perusahaan dimana kita bekerja. Dan bahkan, kita kadang kala merasa nyaman dengan apa yang kita dapatkan. Padahal, bila kita berpikiran jernih, apa yang kita dapatkan sekarang ini bukanlah apa – apa dibandingkan sesuatu yang ada diluar sana.
Hal inilah yang kebanyakan orang tidak mau berusaha lagi, termasuk saya mungkin yang sekarang ini sedang terjangkit wabah ini. Begitu dahsyatnya dan bobroknya diri ini bila kita sudah dalam kondisi seperti itu, karena semua kemampuan yang ada didalam diri kita, yang sebenarnya bisa kita optimalkan, malah terhenti dan lemah.
Subhanallah…
Bila kulihat profil teman-temanku di FS, rasanya aku iri kepada mereka. Kenapa diri ini tidak bisa berbuat sesuatu yang lebih baik seperti apa yang mereka perbuat, yaitu berani berbuat sesuatu tindakan yang bahkan bisa merubah hidup dan kehidupan mereka dengan mendobrak dan menyemangati diri mereka sendiri untuk mengoptimalkan seluruh tubuh, otak dan pikiran mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Apakah aku mampu seperti itu ?
Tidak bisakah aku melakukan dan mencoba hal yang sama seperti mereka ?
Bagaimana dengan keluargaku ?, Apakah mereka mendukung semua itu ?
Berhenti disini dan tidak melakukan apa-apa adalah sesuatu yang paling bodoh. Mungkin, aku harus mencoba sesuatu yang sama seperti mereka, akan tetapi masih dalam kontent bersabar, berusaha, dan berdo’a. Dan yang pasti, dengan memberikan suatu pandangan yang baik kepada keluarga, agar mereka bisa menjadi suatu motivasi yang baik untuk diri ini.
Hikmah hari ini :
- Suatu perubahan itu pasti adanya, tapi seberapa siapkah diri ini menghadapi suatu perubahan itu, itulah yang lebih penting dari semuanya.
- Mencoba melakukan sesuatu itu lebih utama dan penting dari pada kita menunggu dan tidak melakukan apa pun.
- Selalu berpikiran positif akan sesuatu hal, dan janganlah berpikiran negatif terlebih dahulu sebelum kita mencoba sesuatu, karena kita tidak pernah tahu akan sesuatu hal.
Seorang pemimpin… 7 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
add a comment
Seorang pemimpin…
Hm, pada dasarnya kita semua adalah pemimpin. Apalagi kita yang dekat dengan nama lelaki. Karena, bangsa/ kaum yang satu ini adalah kaum yang notabenya adalah pemimpin keluarga, minim itu lho…
Menanggapi mengenai pemimpin, dijawa timur kemarin kita baru mengadakan pemilihan pemimpin untuk memimpin jawa timur ( Gubernur ). Pesta demokrasi ini dilaksanakan pada selasa kemarin, tepatnya tanggal 04 Nopember 2008.
Ada 2 pasangan yang bersaing ketat, karena kemarin doeloe sudah bersaing beberapa pasangan, namun super ketatnya akhirnya tinggal 2 pasangan ini dech…
Oh iya, ada kronologis yang sangat disayangkan dan mungkin banyak menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Dalam pemilihan ini, ada beberapa orang malah berstatus GOLPUT atau sering dikenal dengan nama lain, no ikut2x an milih.
Sempat merasuk pikiran saya, kenapa meraka malah memilih ikutan tidak memilih ?, padahal tanggung jawab kita menunjuk seseorang yang bisa memimpin suatu daerah atau golongan untuk menjadi lebih baik.Apakah dengan tidak memilih lepas dari tanggung jawab bila pemimpin yang terpilih menjadi dzolim atau tidak becus dalam hal memimpin, dan berkata ” Lah… kuwi dudu pilihanku kok, dadi… yo Alhamdulillah…”.
Tragis sekali bila kita dengarkan perkataan seperti itu… Padahal, bagaimanapun nasib suatu bangsa, itu sebenarnya adalah nasib kita semua… Kenapa kita mesti melepas tanggung jawab kita sebagai rakyat untuk tidak ikut mengaspirasikan suara kita ?.
Bila itu lingkup besar terjadi seperti itu, bagaimana bila dalam keluarga kita terjadi hal yang sama ?. Tidak kebayang kan kalau anak kita ikut-ikutan bilang “Lah, aku rah pernah pingin dadi anak-e sampeyan kok ?”. Subhanallah…
Kadang kita terlena dengan beberapa perkataan yang simple, tapi… dampaknya begitu besar bagi perkembangan pola pikir seorang anak. Memang, kadang kita menyepelekan dan selalu sering bilang “Anakku rah ngerti opo sing aku lakukan“.
Hm, bila kita mau menalar, itu bukanlah logika … Ada beberapa kebesaran Allah yang dituangkan, dan artinya hukum timbal balik dari Allah pasti adanya. Artinya, dengan kata lain, apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita. Entah itu dalam bentuk sesuatu hal yang langsung, maupun dalam bentuk hal yang lain.
Jadi, pimpinlah keluarga kamu, orang lain dan terutama diri kamu sendiri dengan ikhlas. Karena, apa yang pernah kita lakukan, sebenarnya selalu dipelajari dan direkam dalam pola pikir seorang anak.
Pernah dalam suatu hari, waktu nonton TV di salah satu TV swasta yang menayangkan, bahwa otak seorang anak bisa membedakan bentuk yang dimata orang dewasa adalah sama. Subhanallah… artinya, mereka lebih peka dan paham betul perbedaan dan tingkah laku kita sampai kedalam-dalamnya…
Makanya, ada pepatah bilang, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya“. Ungkapan sederhana yang syarat makna…
Hikmah hari ini :
- Menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.
- Jangan pernah berpikiran orang lain tak pernah tahu keburukan kita. Karena, suatu saat keburukan itu pastilah akan terbuka sendiri.
- Jauhkanlah dari sifat bohong, karena 1 kebohongan akan menimbulkan kebohongan – kebohongan yang lain.
- Belajarlah menghormati diri sendiri, dengan cara menghormati orang lain dari sesuatu yang sekecil mungkin.
- Belajarlah terus untuk kehidupanmu…dan lindungilah selalu keluargamu…
Istri Kedua… 2 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
2 comments
Ups, istri kedua ya…
Mungkin tidak asing lagi ditelinga kita mengenai 1 orang mempunyai lebih dari 1 istri, apalagi sekarang marak2xnya mengenai berita “Syekh Puji“, orang yang menikah lebih dari 1 istri, dan dibawah umur lagi…
Ada banyak cerita kenapa menikah lebih dari 1 istri, kata beberapa temen, karena kita ( kaum adam ) berbanding 1 : 9 dengan kaum hawa ( wanita ). ( Hm… apa jadinya dunia kalau keadaan benar2x seperti itu ya ? )
. Ada juga yang beralasan kalau menikah lebih dari 1 itu adalah suatu ibadah sesuai sunnah Rosul untuk menyebarkan agama Islam.( Pernyataan ini lebih extrim lagi… )
Kalau kita pikir2x, apakah ini bukan sebuah alasan klise saja untuk menghindari banyaknya perbedaan diantara keluarga, atau dengan kata lain menyembunyikan sesuatu yang bersifat TABU agar keluarga tetap aman.
Hm… sulit juga kalau kita melihat semua ini dari salah satu sisi saja. Mana yang benar, dan apakah sesuatu yang salah bersifat samar ?. Padahal sesuatu yang samar itu tempatnya yang enak, dan yang enak itu adalah temannya Syaiton. Naudzubillah…
Tidak bisa dipungkiri sih kalau seorang lelaki itu menyukai sesuatu yang cantik 2x. Termasuk aku juga sih… tapi, rasanya BEGO dan BODOH kalau menikah lagi adalah jalan satu2xnya cara untuk menunjukkan bahwa kita adalah GUANTENG dan GAGAH…( hehehe… bukan aku lho… ).
Egonya diri ini bila berbuat seperti itu tanpa mempertimbangkan banyak hal. Apalagi sisi hati wanita dan keluarga kita. Kebayang nggak kalau misalnya kita diposisi seorang wanita ?. Begitu sakitnya hati ini bila kita diduakan… apalagi, hal itu tidak melalui permintaan yang resmi, atau dengan kata lain Selingkuh.
Akan tetapi, selingkuh itu ngetrend diabad ini… selingkuh ( selingan indah, keluarga utuh ). Ada ada saja orang 2x mengartikan arti kata itu…
Ini adalah kebobrokan dunia kita, manusia. Ngetrend sesuatu yang salah. Kenapa nggak ada yang namanya ngetrend berbuat baik ya ?. Wow, mana tahu lah daku soal itu… hehehe…
Oh iya, ngomong 2x soal istri kedua. Aku juga punya istri kedua lho… Ups, tapi… jangan bilang siapa 2x ya. Dan, jangan berpikiran yang buruk dulu….
Istri keduaku berbeda dengan yang lain, karena dia lebih baik dari wanita. Karena tak pernah mengeluh apapun bila didiamkan beberapa lama.
Yup, jelas aja nggak akan mengeluh, lamong yang tak maksud “Sepeda Motor” kesayanganku.
Sepeda Motor Jupiter Z ini adalah hasil gajiku selama ikutan project diperusahaan. Historynya juga lucu banget bila diingat 2x.
Sepeda keluaran pertama milik salah satu perusahaan Motor yang terkenal ini aku beli dari seorang teman. yang membelinya tidak begitu lama. Awalnya sih nggak pingin membeli, tapi… adanya kecelakaan yang mengakibatkan rusaknya sepeda motor milik ORTU, yang membuat aku harus membeli sepeda motor baru untuk mengganti sepeda motor yang rusak. Akan tetapi, mereka tidak suka sepeda motor yang berkarakter NGEBUT… akhirnya, ditahun berikutnya ada sedikit rejeki mereka beli lagi deh sepeda motor HONDA…
Yah… itulah kisah hari ini, karena hari ini kegiatannya bersih 2x sepeda motor…
Hikmah hari ini :
- Janganlah pernah menghalalkan sesuatu dengan alasan menjalankan perintah agama.
- Janganlah kau pernah menyakiti hati istri/ orang tercinta kamu, walaupun mereka ikhlas. Karena pada dasarnya hati seseorang sulit ditebak.
- Sayangilah keluargamu, karena mereka adalah amanah Allah…
- Bila merasa keluargamu ada masalah, ingatlah selalu sesuatu yang indah saat bersama mereka. K
Semoga kita dijauhkan dari hal – hal yang buruk. Dan semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah… amien…
Tasyakuran Haji, “Syukur dan Kontinuenitas Berdo’a” 1 November, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
add a comment
Hm… kata syukur ya… sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga kita mengenai kata ini.
Ada banyak ungkapan yang menyatakan syukur, ada pula yang berupa perbuatan. Tapi, kadang kala kita tidak begitu memahami seperti apa sih syukur itu sebenarnya, dan bagaimana cara mengungkapkan rasa syukur itu dengan benar. ( Ada yang tahu nggak ya … ? ).
Mungkin para ulama’ atau orang 2x yang lebih dekat kepada Sang Kholiq yang lebih paham betul mengenai kata “Syukur” ini. Tapi, aku punya sedikit cerita yang mungkin bisa berbagi dengan teman 2x, sanak saudara, dan yang pasti untuk aku pribadi dan keluargaku.
Hari ini, sabtu sepulang dari numpang bobo’ dihotel super istimewah, yaitu “KANTOR”. Aku pulang bareng teman kantor jam 1.30 siang hari. Sesampai dirumah, sekitar jam 3 kurang 15 menit.
Ya, pinginnya sih sampai rumah istirahat bentar merebahkan tubuh untuk mengkendorkan otot2x yang kaku habis bekerja keras, tapi… si kecil pinginnya main bareng Ayah tercintanya. huehuehue… maklum, semalam ditinggal sendirian bobo’ bareng ibunya.
Nah, disela-sela bermain dengan sikecil, sempat ada perasaan kesal dan capek. Tapi, lama-lama perasaan itu hilang dan jadi terucap kata “Syukur Alhamdulillah”, hari ini masih bisa dilewati dengan begitu nikmat. ( Sedikit gerundell sih kalau ingat ada persoalan yang bikin nggak bisa pulang rumah semalam )
Habis itu, setelah mandi dan sholat, si kecil pun minta gendong… saking kangennya, dia sampai tidur dipelukanku… hehehe… belajar jadi ayah yang baik.
Tet……( ceritanya diputar cepat ) Sampailah sampai sholat maghrib. Disitu, tetangga datang ngasih kabar.
” Mas, nggak ikutan kondangan tah ? “. tetanggaku negur.
” Lho…emangnya ada kondangan tah mbak ?, trus kerumah siapa ?, dan acaranya apa ? ” mirip tetangga posesif
.
“ Itu lho ada kondangan dirumah pak Fauzi yang di alam hijau tasyakuran mau naik haji “.
” Waduh, kok istriku belum ngomong ya mbak…? “.
” Lho, lamong bapak-e sampeyan wes pesenan, mengko sampeyan sing wakili kondangan, dadi iso budhal bareng numpak sepeda…piye sih mas… “.
” Iyo mas, lali aku arep ngomong karo sampeyan…” istriku tiba-tiba dari belakangku ngomong.
“ Yo wes mbak, yen ngono aku tak salin dishek, mengko budhal bareng karo mas-e sampeyan… “.
Nah, berangkat deh….
Ups, jadi lupa mo ngomongin soal topiknya….
Inti cerita ini, aku ambil sebenare waktu mengikuti prosesi tasyakuran. Waktu itu, si Shohibul Bait ( tuan rumah ) mengundang Ustadz untuk mengisi tausiah mengenai Haji.
Awalnya sih ngelihat nih ustadz, sebel bangets. Sempet dalam hati gerundel ( ngomong dewe ), “ nih ustadz kok wajahnya serem bangets ya… kayaknya ceramahnya nggak enak nich… bakalan ngantuk berat nich kalau kelamaan“. Ternyata, e- ternyata, Ustadznya GOKIL Abisss…
Tapi, Subhanallah… manusia memang makhluk yang lemah. Kita tak bisa melihat seseorang dari wajahnya saja, tapi… hati seseorang sulit ditebak. Itu pelajaran pertama yang aku dapatkan hari ini.
Isi ceramah si sama dengan yang lainnya, menerangkan nikmatnya Haji, bagaimana sikap kita disana, dan semuanya yang ada disana.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang rasanya begitu menyentuh hati ini….
Si Ustadz bilang : ‘ Hidup itu jangan seperti orang tua yang pikun ( pelupa ). Malam menyulam benang, Paginya mengurai lagi “. Insya Allah spt itu.
Artinya : Jika kita sudah berbuat atau merubah sifat kita yang buruk menjadi baik, janganlah nanti kita berubah kembali buruk lagi.
Perkataan ini simple, tapi syarat makna. Seberapa jauh kita bisa menjaga apa yang pernah kita capai dalam melakukan perubahan dari yang buruk menjadi baik ?. Seberapa mampukah kita menjaga kontinue nitas ibadah kita kepada Allah ?. Dan seberapa banyak kita bertaubat kepada Nya dan mengulangi kembali kesalahan kita yang sama ?. Malu sebenarnya bila hati ini menjawab pertanyaan – pertanyaan itu.
Itu yang bikin aku pulang dari sana sempet kepikir terus… Kita hanya mempermainkan diri kita sendiri. Mungkin jika Malaikat melihat kita, akan ketawa mereka melihat tingkah pola kita…Allah… semoga kita selalu diberikan padang ati…
Sebenarnya, ada beberapa hal yang patut kita cermati dalam kehidupan kita. Yaitu, mungkin kita kurang memaknai kata “Syukur” atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Intinya Ikhlas… dan dibarengi dengan kontinue nitas kita untuk berdo’a kepada Sang Kholiq.
Dari perkataan diatas, dapat kita ambil 2 hal, yaitu “Syukur sebenar-benarnya” dan “Berdo’a terus menerus, bukan disaat kita butuh baru berdo’a“.
Saya coba urai dikit mengenai 2 kata tersebut, sesuai dengan akal pikiran yang saya punya… mungkin orang lain bisa menanggapi beda, karena sisi pandang seseorang mengenai sesuatu hal itu berbeda.
Kata pertama : “Syukur sebenar-benarnya“. Kata ini memang sederhana. Syukur, artiinya mengucapkan rasa syukur kita atas semua hal kepada Allah, dengan mengucapkan Alhamdulillah. Mungkin itu awal yang ada dipikiran kita bila mendengar kata syukur. Akan tetapi, syukur sebenarnya kata Ustadz adalah perkataan Alhamdulillah, tetapi tanpa diikuti perasaan yang neko2x. ( ikhlas).
Dari keterangan diatas, sedikit terlupakan sepertinya oleh kita semua. Yang pasti, setiap kali kita mengucapkan kata alhamdulillah, kita pasti menambahi embel-embel yang mungkin disitulah kesalahan kita memahami kata syukur ini. Contohnya nich :”Syukur Alhamdulillah ya bu…gaji kita bulan ini bisa beli susu buat si kecil, walaupun tidak sebesar bulan kemarin“. Nah… kalimat “walaupun tidak sebesar bulan kemarin” ( Pengalaman Pribadi ) , itulah letak kesalahan kita dalam mengungkapkan syukur yang sebenar-benarnya. Allahu Akbar,…aku sendiri baru tahu, padahal dah 26 thn menghirup udara yang Allah berikan…
Sedangkan kata kedua : “Berdo’a terus menerus, bukan disaat kita butuh saja”. Kata kedua ini sangat extrim. Karena, kebanyakan dari KITA, akan berdo’a bila kita dalam kesusahan saja. Kita akan terlena akan nikmat yang Allah berikan, dan melupakan Dia. Dan akan mengingat Allah bila kita terkena musibah.
Type kehidupan itu ada 3, kata Ustadz, Ujian, Balasan, dan Peringatan artinya, tidak semua yang menimpa kehidupan kita adalah Balasan dari apa yang pernah kita perbuat, dan bukan pula sebuah peringatan Allah atas segala kesalahan yang pernah kita perbuat. Ada kalanya itu adalah bentuk ujian Allah terhadap hamba-hamba Nya agar menjadi lebih baik.
Jadi, mengapa kita berhenti untuk memohon…
Kenapa kita tidak bisa seperti waktu kita sedang berpacaran dulu dengan kekasih kita ?.
Seharusnya, kita lebih mesra dengan Allah dalam mengungkapkan perasaan kita…
Karena, Hanya Dia lah yang Maha segala-galanya.
Jadi, Hikmah hari ini adalah :
- Jagalah taubat kita, menjadi taubatan nasuhah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan janganlah kita seperti ” Orang tua yang pelupa. Malam menyulam, Pagi mengurai sulaman”. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sedemikian. Amien.
- Ucapkanlah Syukur dengan Ikhlas. Janganlah pernah mengeluh atas nikmat yang kita dapatkan, karena sesuatu yang telah terjadi tak akan berubah.
- Berdo’alah terus menerus, seperti kita berpacaran dengan kekasih kita… Mesra, dan selalu melantunkan sesuatu yang indah untuknya setiap saat. Dan mengenangnya setiap waktu.
Semoga hikmah ini dapat bermanfaat bagi saya pribadi, keluarga, dan teman-teman semuanya. Amien
Menjaga Perkataan… 31 Oktober, 2008
Posted by Muhlisin Family in ceritaku.Tags: hikmah
3 comments

Sulitnya memang kalau kita bicara soal yang satu ini, yaitu ucapan/ perkataan/ omongan yang sebenernya tidak luput dari kehidupan kita sehari-hari.
Bila kita telusuri, sepertinya yang satu ini sangat unik, karena kadang kala suatu perkataan dapat meluluhkan hati seseorang. ( Hm… jd ingat sama rayuan gombal untuk sang istri… )
Ada hal yang menarik yang saya dapatkan dari yang satu ini.
- Dengan perkataan, seseorang akan disanjung setinggi langit. Mereka akan menilai seseorang dan mengagungkan seseorang dengan kata-kata.
- Dengan perkataan, seseorang kadang bisa meluapkan suatu emosinya, dan perasaan hatinya…
- Dengan perkataan, seseorang juga akan mencoba menutupi kekurangannya.
Dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan yang satu ini.
Tapi, sebegitu beratnya menjaga perasaan dan perkataan atau lisan kita untuk tidak membuat hati seseorang merasa sakit dan tersinggung. Wow, sepertinya inti dari lisan adalah disitu…
Kadang kala, saya sendiri kadang tak bisa menjaga perkataan yang terkesan keras, pada siapapun, bahkan pada istri sendiri…( bawaan orang madura kali ya… ). Tapi, ujung-ujungnya, perasaan itu malah menyerang balik perasaan saya sendiri, bersalah dan terasa bodoh…
Makanya, kalau lagi marah, saya lebih suka memilih diam dari pada nanti malah mengeluarkan kata2x yang mungkin akan menyakitkan hati seseorang… Akan tetapi, kalau itu bersifat yang mengharuskan kita untuk menegur sesuatu, langkah terbaik, menerangkan dengan detail maksud baik dan buruknya…( kalau bisa terangkan waktu perasaan marah hilang ).
Hikmah hari ini :
- Bila dalam keadaan marah, langkah terbaik awal adalah DIAM, mencoba diam itu lebih baik, kemudian baru berpikir dengan jernih. kalau bisa baca istighfar saja.
- Sampaikan perkataan yang biasa dimengerti orang lain. tapi, jangan mengharap orang lain mengerti apa yang kita katakan, ungkapkan dengan kata2x yang bisa mereka dimengerti.
- Jangan suka ngerumpi, ntar ujung2xnya malah membicarakan keburukan seseorang ( hehehe… susah ).






