jump to navigation

Music Penambah Semangat… 1 Desember, 2008

Posted by Muhlisin Family in hobbi.
Tags:
6 comments

music

Let’s we singing…

Lagu, nyanyian, tembang, apapun namanya adalah suatu yang sering kita temui dikehidupan kita. Bahkan semenjak kita bangun tidur sampai kita menjelang tidur, rasanya tidak lengkap tanpa mendengarkan lantunan nada yang diatur sebegitu rapinya hingga menciptakan sesuatu yang begitu indah.

Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik) untuk menghasilkan gubahan musik yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama). Dan ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu.

Lagu dapat dinyanyikan secara solo, berdua (duet), bertiga (trio) atau dalam beramai-ramai (koir). Perkataan dalam lagu biasanya berbentuk puisi berirama, namun ada juga yang bersifat keagamaan ataupun prosa bebas. Lagu dapat dikategorikan pada banyak jenis, bergantung kepada ukuran yang digunakan.

Saking banyaknya penikmat lagu, maka hal ini juga menumbuhkan begitu banyaknya orang yang terjun didunia ini. Karena, dengan bermodalkan suara dan sedikit sentuhan keunikan didalam bermusik, kita sudah bisa mendapatkan uang. Nggak perlu mengeluarkan uang yang banyak, bahkan dengan membawa tutup kemasan minuman botol yang ditata rapi dan disambung dengan kayu saja sudah menjadi alat music yang mengiringi kita melantunkan nyanyian indah…

Rakyat Indonesia patut bangga lho, karena kita punya lagu/ music aliran khas yang didunia sedikit sekali yang memilikinya. DANGDUT namanya… kalau saya mengartikan kata, DANG-DUT, berarti Ndang Gendut atau Dut (mati). Maksudnya adalah sesuatu yang cepat melejit dan kemudian sirna entah kemana.

Kenapa demikian ?, dijaman modern begini, dengan maraknya pembajakan, kebanyakan orang – orang yang terjun kedunia aliran musik ini sembunyi plus mogok emmoh mengeluarkan album lagi. Ditambah lagi, penerus music ini sudah hampir tidak ada sama sekali. Berbeda dengan tahun sekitar 90′an dulu. Etnis kita, kebanyakan yang masih didaerah pelosok, lagu seperti ini tidak asing lagi ditelinga kita…

Kemana larinya dangdut ?

Hm… anak muda sekarang, termasuk saya … kebanyakan lari kepada aliran yang bernama POP atau Rock Metal Alternatif. Lagu yang bisa bikin jingkrak – jingkrak.

Apa orang tua tidak suka dengan lagu aliran baru ?

Orang tua jaman doeloe sih sebenarnya suka dengan musik jaman sekarang. Karena, pada dasarnya music itu enak-enak saja didengarkan oleh telinga segala usia. Tapi, mereka takut kayaknya kalau ikutan jingkrak, soale takut sarungnya melorot,kalau ibu-ibunya pasti nggak bisa, lamong kebayak-nya serimpet. hehehe

Iya, ngomong-ngomong soal music nich, iseng kemarin browsing kesana kemari mencari artikel mengenai music. Dan akhirnya, dapat artikel bagus dari wikipedia. Tahu nggak, kalau dangdut sudah dikenalkan pada tahun sekitar 40′an. Wow, saat itu aku masih dalam process angan-angan kali…

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Jadi, usut by usut, kayaknya dangdut bukan milik kita sendiri lho… tapi kita bicaranya milik Bangsa Melayu. Artinya, bukan indonesia saja, bisa juga tetangga kita…

Berbicara soal music, kalau aku sih penikmat sejati, bukan orang yang suka seni untuk melantunkannya bersama dengan alat-alat musicnya. Kalau sekedar nyanyi sih bisa, bahkan jagoan kalau konser solo didalam kamar mandi… :D .

Oh iya, jadi inget sesuatu.. ada satu lagi lagu yang doeloe pernah ngetrend di telinga omah – opah kita. Namanya Keroncong . Keroncong kayaknya hampir punah nich…

Keroncong adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugisfado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa), Tugu (tempat berdirinya padrao Sunda-Portugis) serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya[1]. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Nah itu sedikit kutipan sejarah music di indonesia. Yang pasti, music yang enak didengarkan adalah, music yang dapat berpengaruh positif untuk hati, pikiran serta kehidupan kita. Kalau itu bersifat negatif, jangan pernah diikuti…

Kalau ngomongin soal kesenangan mendengarkan music, aku tak pernah membatasi harus music beraliran ini atau itu. Maklum, music apapun seneng wae, asalkan nggak bikin telinga sakit saja dan yang pasti music yang bisa menambah semangat…

Pada umumnya nich, aku lebih suka music yang beraroma dang dut, pop, rock, dan nu metal.

Tapi tahu nggak, kalau aku tuh lebih suka pada dangdut tempo dulu dari pada dangdut yang sekarang, misale dangdut koplo atau semacamnya lah… karena, music – music jadul(jaman dulu) tuh selain music iramanya yang khas, lyric lagunya juga kebanyakan syarat makna atau dengan kata lain syairnya OK punya lah…

Hampir sama dengan music pop, rock, nu metal jaman dulu. Kalau jaman sekarang, kebanyakan syairnya hanya bisa kita nikmati saat album itu meledak saja. Selebihnya, tinggal seberapa besar kita menyukai atau FANS pada group band tersebut.

Jadi, harapan pribadi nich, warisan seperti ini janganlah pernah ditinggalkan, meskipun akan lebih banyak lagi aliran music yang akan muncul ke permukaan bumi indonesia.

Bang Haji, teruslah berkarya lewat nada dan dakwamu…

Untuk Bon Jovi, CREED, Linkin Park, Click Five, Van Hallen, Def Leppard, Fort Minor, Boyzone, Snow Patrol, dan semua group band yang pasang surut di aliran musik baru, jangan berhenti untuk menumbuhkan dan memajukan aliran – aliran baru…

Karena, pada dasarnya dunia ini akan terasa hampa tanpa senandung lagu yang kalian semua lantunkan…

Music juga mempengaruhi perkembangan otak lho… kenapa tidak, karena dengan music otak kita kadang merangsang syaraf-syaraf kita untuk bekerja lebih giat lagi.

Kadang music bisa bikin sedih, senang, atau bahkan gembira. Dengan music juga kita bisa berdakwah dan mengungkapkan perasaan hati kita yang puaaaling dalam kepada seseorang.

Dahsyat juga ya…

Makanya, beberapa dokter modern menganjurkan kita yang lagi mengandung untuk melakukan teraphy mendengarkan music. MOZARD misalnya… Hm, yang nggak habis pikir nich, emang bayi kita bisa mendengarkan dari dalam perut sang ibu ?. hehehe…

Allahu Akbar, itu bisa saja terjadi, kalau Allah menhendaki… Dan yang pasti, bila kita mendengarkan music yang slow, atau instrumental pikiran kita bisa tenang, sama dengan kita melakukan YOGA. Itu yang sebenarnya mempengaruhi perkembangan dan pola pikir bayi.  maaf kalau salah, ini hanya pendapat saya saja lho…

Tapi, dalam keberadaan kita tertentu, kita malah membutuhkan music yang bisa menambah semangat alias jingkrak-jingkrak. Karena, music yang beraliran seperti ini, bisa membantu kita menghilangkan kepanakan dalam pikiran kita dan juga menambah semangat.

Macam – macam sih… yang pasti, menikmati music itu enaknya menempatkannya pada saat yang tepat. Misalnya saja, kalau kondangan kita dengerin music disco, hehehe… kayak gajah pakai baju saja, alias salah kostum. Hal ini bisa music yang terasa nyaman nggak nyaman lagi…

Dah ah, nikmati saja alunan music perjalanan hidup kita…

Semoga sukses selalu…

Salam Sungguh terlalu…


Koleksi Anime… 12 November, 2008

Posted by Muhlisin Family in hobbi.
Tags:
3 comments

naruto_by_themlsna

Ayoo… nonton film anime….

Hehehe… itu kebiasanku kalau dah sampai dirumah sambil nemenin si kecil… apa lagi kalau pas waktu hari minggu, wow… full time didepan tv, kalau ndak ada kerjaan yang harus dikerjakan dirumah dihari libur.

Kebiasaan ini sebenare dah lama tak gandrungi, mungkin dah mendarah daging… :D . Ya… daripada hobbi yang bukan 2x, aku malah lebih suka mengkoleksi beberapa film anime yang berbau – bau heroic yang cenderung ke cerita pahlawan atau super hero japanese atau cenderung disebut dengan Anime.

Anime: dari kata Animation yang artinya film Animasi. Tapi pada penggunaan umumnya, ini dipakai untuk menyebut film animasi yang dibuat di Jepang dan kadang animasi yang bergaya seperti animasi Jepang.

Itu sih pengertian anime yang aku tahu. Tapi, sejujurnya kadang kala hobbi nonton film 2x seperti juga bikin risih orang yang ada disekitar juga. Gimana nggak mau risih, lamong kalau dah terhipnotis nih film, lupa deh sama tanggung jawab jagain keluarga…. hehehe….

Doeloe waktu masih duduk di bangku sekolah, ortu sering sekali marah – marah kalau pas hari minggu datang. Gimana nggak marah-marah, lamong jatah hari minggu mulai bangun tidur sampai jam 12 siang, selalu duduk santai sambil leyeh-leyeh didepan tv. Sampai-sampai ibu pernah bilang

Le…awakmu rah bosen tah neng ngarepe tv trus, mbok yo dulen metu numpak sepeda kono karo konco-koncone…“.

Bothen bu, mending wonten griyo nonton tv, kan minggu niku kangge istirahat…” Jawabku.

Wes ngerti kanggo istirahat, la… tapi awakmu rah gelem bantu-bantu resik 2x omah...” ibu ngomel sambil cemberut…

Waduh, kalau ingat obrolan itu aku malah kasihan sendiri…karena, kebiasaan itu nggak pernah bisa hilang walaupun sudah punya momongan. Paling 2x mengurangi waktu nontonnya saja. Tapi, perjanjian sama istri dulu, kalau minggu jangan pernah mengeluh plus cemberut kalau aku akan sering duduk manis didepan tv. :)

Sebenarnya koleksiku mengenai anime tidak begitu banyak, mungkin masih ngikutin trend waktu itu, misale kayak Dragon Ball, Kabuto, Sailor Moon, dan banyak yang lainnya ( tapi, kebanyakan koleksi dah pada raib dikasihkan saudara dan tetangga sama ibu sewaktu aku sudah mulai masuk kerja ).

Dulu sempet koleksi buku-buku anime manga juga sih. Yang isinya mengulas abis dan detail soal film anime terbaru dan masih tayang didaerah asalnya sana, serta game-game terbaru berkarakter anime. Tapi, lagi-lagi sama, ibu pasti mengasihkan semua koleksi film, mainan dan buku 2x atau majalah 2x ke tetangga dan saudara 2x yang mau.

Sekarang, kegemaran ini aku mulai lagi dengan jalan awal mengkoleksi anime yang puaaling aku sukai,yaitu aku awali dengan koleksi Naruto. Awalnya sih nggak begitu suka, tapi… saat pertama nonton bareng teman 2x kost dulu, waktu semasa bujang, asyik juga dengan karakter pahlawan yang berbau Ninja dan kocak bangets…

So, mulai berburu dech koleksinya… sampai searching di internet berjam-jam diwaktu kerja untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Akhirnya, duer…kenal dengan namanya Torrent Engine yang merupakan salah satu program berbasis P2P yang bisa download sepuas-puasnya.

Awal kali download, Naruto sesions 1-4, sebanyak 220 series, sebesar kurang lebih 43 Gb. Wow, kaget setengah mati, dengan sebesar gitu, berapa lama dibutuhkan untuk downloadnya ?. Untung saja pakai komputer kantor, ya… berbuat sesuatu yang tidak baik demi kebaikan sendiri :D .

Dengan menggunakan uTorrent Engine, akhirnya koleksi naruto pertama bisa di download selama 3 hari 3 malam tanpa mati komputerku… hehehe… penggunaan bandwith pun maximal…

Gara-gara ini, sempat kena marah boss, lantaran program kantor sempat amburadul jalannya alias luambat poll. Dan yang extreme lagi, atasan dari KOREA, sempat menutup atau blocking semua browsing yang berbau torrent. hehehe…

Ya, apapun harus diterima, tapi… seneng juga bisa punya koleksi ini.

Sekarang, sudah muncul dan marak Naruto Shippuden. Jadi, perburuan pun terus dilanjutkan sampai akhirnya nih film bener 2x habis.

Hidup anime…

Maju terus, dan pantang mundur torrent… :D (narcis amat ya…).